Salam Senja kawan-kawan ku.
Perkenalkan aku pembelajar intelektual dalam tembok penjara gedung mahal serta sang calon aktivis dalam sekat papan nama Organisasi kaum intelektual. Bagaimana kabar kalian yang menjadi korban majikan pendidikan, kasta ekonomi, serta pisau hukum atau hal lain. Apa ditempat kalian sedang terjadi fenomena banyak penuh dengan tikus besar, pemimpin yang gila akan memperintah. Bagaimana kabar kalian menjadi rakyat dari sebuah Negara dimana sang tetua mengambil alih pemimpin, sang kaum muda yang diperbudak nafsu dan pendidikan yang sebatas formalitas atau bahkan sang calon penerus bangsa yang baru bisa membaca atau tertatih berjalan memegang teknologimel yang melunjak
Kesehatan, Kemakmuran serta Kejayaan selalu aku lafalkan ketika aku membacakan puisi pada tuhan ku di sepertiga malam seperti yang sering dilakukan oleh calon penguasa suara rakyat disaat berharap menjadi titah rakyat ketika berucap mantra pemikat. Tidak akan ku berdoa, alam mendukungmu untuk tanah mu karena doa itu sudah terwujud lebih dari tiga abad yang lalu. Bermesralah dengan sesama manusia ditanah kalian tanpa memandang atribut pilihan manusia yang memang beda. Kalian memiliki pondasi dalam hidup di bumi kalian, perlukah itu diragukan atau kau pertanyakan.
Perkenalkan aku sang pemerhati keindahan senja di tanah kalian. Salam iri dari tanah ku yang tandus